Ambisi Kendaraan Listrik Masih Sesamar Mobil Tenaga Surya

 


 

(chevrolet.com)

Washington (ANTARA News) – Pada tahun 2003, Presiden George W. Bush mengajukan program 1,2 miliar dolar untuk membantu mengembangkan mobil bertenaga matahari  serta  sistem penyimpanan  dan pengiriman hidrogen.

Delapan tahun kemudian, belum ada kendaraan tenaga surya  yang diproduksi secara komersial di Amerika Serikat.

Seruan  Presiden Barack Obama dalam  pidato  kenegaraan pekan lalu tentang target  1 juta kendaraan berteknologi canggih di jalan-jalan AS pada tahun 2015  tampaknya juga masih samar-samar, kata Michael Omotoso, direktur global powertrain forecasting di JD Power and Associates di Troy, Mich.

“Saya rasa itu tujuan yang berlebihan. Kami  berpikir angka itu belum tercapai pada 2015,” kata Omotoso dalam wawancara seperti dikutip Bloomberg.

AS telah menginvestasikan lebih dari 25 miliar dolar untuk pengembangan teknologi kendaraan canggih dan sudah dua pabrik besar memproduksi massal kendaraan listrik yaitu Chevrolet Volt dan Nisaan Leaf. Tapi,  baterai yang mahal dan pasar yang terbatas untuk kendaraan compact berdaya jelajah terbatas itu merupakan kendala mencapai target yang diinginkan Obama, kata Omotoso.

Pemerintah AS memang sudah memperkirakan tantangan tersebut.  Pabrik kendaraan diperkirakan akan menjual sekitar 281 ribu kendaraan listrik dan pick up sejak 2011 hingga 2015.

Menurut Badan Informasi Energi AS, angka tersebut belum termasuk kendaraan hibrid bertenaga listrik dan BBM.  Badan tersebut memperkirakan angka penjualan yang tahun 2011 diperkirakan 31 ribu unit akan meningkat menjadi 71 ribu unit pada 2015.

Data terakhir menunjukkan ada 326 Volt dan 19 Leaf yang terjual.Volt dijual seharga 40.280 dolar sedangkan Leaf 32.780 dolar.

Menurut Art Spinella,  Ketua CNW Marketing Research di Bandon, Oregon, target Obama tersebut mungkin tercapai jika pemerintah AS memberi dukungan dengan setidak-tidaknya 9 miliar dolar AS dalam bentuk pengurangan pajak negara bagian maupun federal.  “Ada jurang besar antara harga dan daya beli,” kata Spinella.

Ide lain untuk memacu pembelian kendaraan listrik datang James Colon, wakil presiden untuk komunikasi produk di Toyota.

Dia mengemukakan, lebih baik kendaraan tertentu diizinkan menggunakan jalur khusus bus, cara ini menurut dia lebih jitu menarik pembeli dibandingkan memberikan fasilitas pajak.

“Memberi keringanan pajak kepada kendaraan yang sulit dijual tentu saja tak akan membuat target tercapai,” kata Colon dalam sebuah wawancara di pameran otomotif Washington pekan lalu.

Sementara itu Omotoso mengatakan Nissan Motor Co akan menjadi pemenang dalam kendaraan listrik, ini karena mereka lebih dulu menjual ke konsumen, posisi pertama disusul  General Motors Co, yang akan meraih  sekitar 24 persen dari pasar mobil listrik. Posisi ketiga akan diduduki  Honda Motor Co, yang setidak-tidaknya beberapa tahun tertinggal dalam penjualan model listrik.

Ed Cohen, wakil presiden Honda urusan pemerintah dan industri di Washington, mencatat perbedaan antara perkataan khusus Obama mengenai mobil listrik karena teks itu merujuk pada kendaraan “berteknologi canggih”.

“Perusahaan kami khususnya berminat pada teknologi sel, kami berharap target (yang dikemukakan Obama) itu mencakup semua teknologi dan investasi federal juga mencakup teknologi-teknologi canggih lainnya (selain kendaraan listrik dan hidrogen,” katanya.

Cohen mengatakan Honda bekerja pada semua teknologi canggih, termasuk plug-in hibrida seperti  Volt dan mobil listrik seperti Leaf. Pemerintah tidak boleh menunjuk pemenang, katanya.

“Adalah penting untuk tidak menahan perkembangan teknologi apapun, dan penting bagi pemerintah untuk mengirimkan sinyal-sinyal pasar yang tepat,” kata Cohen.

Jika ada 1 juta kendaraan listrik di jalan  maka terlebih dulu harga baterai lithium-ion  harus turun drastis atau ada terobosan teknologi yang membuat tenaga kendaraan listrik sebanding dengan setangki BBM, kata Omotoso.

Environmental Protection Agency memperkirakan jangkauan mengemudi Volt hanya 35 mil. Pengemudi dapat menambah  344 mil lagi dengan mesin bensin, mencapai jarak gabungan dari 379 mil, demikian pernyataan GM pada bulan November.

EPA mengatakan pada bulan November, Nissan Leaf menjelajahi 73 mil dengan baterai yang terisi penuh dalam tes bahan bakar ekonomis. Perusahaan telah memperkirakan jangkauan mengemudi 62 mil menjadi 138 mil, tergantung pada kondisi.

Pemerintahan Obama telah mendukung usaha sebelumnya untuk memicu teknologi baru pinjaman 25 miliar dolar  bebas bunga dari Departemen Energi  sehingga pabrik-pabrik otomotif dapat meningkatkan teknologi berbahan bakar ekonomis.

Ed Welburn, vice president of global design GM, mengatakan pihaknya  mempercepat ketersediaan Volt yang mulai dijual di semua dealer AS pada akhir tahun, jadi bukan pada  2012.

Jeremy Anwyl, CEO Edmunds.com, situs penelitian otomotif yang berbasis di Santa Monica, California, mengatakan penjualan mobil elektrik saat ini keliru karena ditawarkan kepada pengemudi pribadi. Menurut Anwyl, seharusnya kendaraan listrik yang dijual adalah untuk  armada, seperti van untuk pengiriman komersial.Armada memiliki lebih banyak pengisian yang dapat diprediksi, katanya.
(Eny/A038/ART)

About rahmattkr2

pusink
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s