teknik memelihara sepeda motor dan componennya

dasar-dasar mesin

Sepeda motor sebagai sebuah kendaraan dalam prosesnya membutuhkan tenaga untuk menggerakkannya. Tenaga atau daya untuk menggerakkannya diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar. Nah…alat untuk membangkitkan tenaga inilah yang disebut penggerak utama. Umumnya penggerak utama ini lazim disebut dengan mesin yang dapat merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.

Berikut adalah urutan-urutan secara umum pemindahan tenaga mulai dari piston menerima ledakan hasil pembakaran hingga sampai dengan rantai menggerakkan roda belakang atau biasa disebut Power Train.

Jika dikelompokkan, maka bagian-bagian utama dalam Power Train adalah :

a. Bagian Pembangkit Tenaga (Power Section)

b. Reduksi Awal (Primary Reduction)

c. Bagian Kopling (Clutch Section)

d. Bagian Transmisi (Transmission Section)

e. Reduksi Akhir (Secondary Reduction)

Agar mesin dapat bekerja, maka rangkaian tertentu dan suatu proses harus terjadi berurutan yaitu:

Mengisi silinder dengan campuran yang mudah diterbakar.

  • Menekan campuran tersebut sampai pada volume yang tertentu.
  • Menyalakan campuran, sehingga mengembang dan menghasilkan tenaga.
  • Mengeluarkan gas-gas yang telah terbakar dari dalam silinder.

Urutan diatas Secara umum dinyatakan sebagal berikut:
A. Langkah Isap(Suction).
B. Langkah Kompressi(Compresi).
C. Langkah Usaha(Power).
D. Langkah Buang(Exhaust).

Untuk menghasilkan tenaga yang terus menerus, maka mesin harus mengulangi urutan ini berulang-ulang. Satu rangkaian proses yang lengkap disebut siklus. Kebanyakan motor atau mesin sepeda motor bekerja berdasarkan salah satu dari 2 jenis siklus berikut:

1) Siklus 4 langkah / 4 tak.
2) Sklus 2 langkah / 2 tak.

Pada mesin 4 langkah, satu siklus terdapat empat kali langkah piston, dua ke atas dan dua ke bawah . Siklus ini terjadi selama dua putaran poros engkol. Sedangkan pada mesin 2 Langkah, satu siklus terdapat dua Langkah piston, satu ke atas dan satu kebawah. Siklus ini terjadi selama satu putaran poros engkol. Selanjutnya mari kita pelajari setiap siklus secara rinci dalam materi prinsip kerja motor.

Pada umumnya produksi sepeda motor, mobil, generator dan sebagainya menggunakan mesin 4 langkah, walaupun ada juga sepeda motor yang menggunakan mesin 2 langkah, akan tetapi hanya pada beberapa jenis tertentu saja.



MOTOR 4 LANGKAH.
Keuntungan:

Ø Efisien dalam penggunaan bahan bakar, karena kerugian gas yang terbuang kecil sekali dibandingkan mesin 2 langkah.

Ø Motor bekerja lebih halus pada putaran rendah.

Ø Perolehan tenaganya maksimum karena proses kerja setiap langkah berlangsung satu langkah penuh, yang menghasilkan tenaga maksimum.

Ø Sistem pelumasan relatif lebih sempurna sehingga lebih awet.

Kerugian:

Ø Konstruksinya rumit karena komponennya lebih banyak.

Memerlukan silinder yang lebih banyak agar mesin bekerja lebih halus.

MOTOR 2 LANGKAH.
Keuntungan:

Ø Mesin bekerja lebih halus dengan jumlah silinder yang sedikit.

Ø Konstruksinya lebih sederhana.

Kerugian:

Ø Pembuangan gas kurang sempurna, karena Langkah buang berlangsung kira-kira setengah dan motor 4 langkah.

Ø Motor bekerja tidak teratur pada putaran rendah.

Ø Pelumasan kurang sempurna pada dinding silinder, karena letak saluran buangnya yang panas berada di bagian tengah silinder.

Ø Sistem pelumasannya relatif kurang sempurna, sehingga komponen-komponennya tidak awet.

Ø Jadwal perawatannya lebih singkat, karena efek pembakaran yang tidak sempurna, memudahkan timbulnya penumpukan karbon pada ruang bakar dan saluran buang.

About rahmattkr2

pusink
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s