Drive Shaft Penyalur Tenaga Ke Roda

MESKIPUN setiap pabrikan memakai nama yang berbeda untuk teknologi penggerak otomotif, pabrik mobil mewah Jerman memberi nama sistem penggerak roda ini dengan sebutan X-drive. Padahal sistem mekanisme penggeraknya memiliki prinsip kerja yang sama. Setelah melalui transmisi atau girboks, tenaga dialirkan ke mekanisme pemindah daya atau penggerak roda yang dikenal dengan nama drive train.

Peranti ini terdiri dari sejumlah mekanisme yang memindahkan tenaga ke roda kendaraan. Secara umum sistem penggerak roda atau disebut juga pemindah daya terdiri dari dua jenis, yaitu dua roda (2WD) dan empat roda (4WD). Mekanisme penggerak dua roda dibagi menjadi dua yaitu sistem penggerak roda depan dan roda belakang. Mekanisme penggerak roda depan lebih sederhana dibandingkan roda belakang.

Mesin dan sistem penggeraknya diletakkan pada posisi yang berdekatan. Dari transaxle (gardan) tenaga disalurkan ke drive shaft kiri dan kanan untuk diteruskan ke roda. Karena sistemnya yang ringkas, secara teoretis tenaga mesin ke roda pun tidak banyak yang hilang sehingga akselerasinya lebih terasa ringan.Umumnya sistem penggerak roda depan diadopsi oleh sedan berkapasitas mesin kecil. Alasannya, kendaraan tipe ini membutuhkan akselerasi yang kencang dibandingkan momen torsi untuk mengangkut beban berat.Konstruksi sistem penggerak roda depan sangat mengandalkan pada kinerja drive shaft.

Alat inilah yang bekerja ekstra keras karena selain menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, juga harus fleksibel bergerak ke kiri dan ke kanan. Karena sudut dan jarak antara differential yang berada di dalam transaxle berubah-ubah sesuai kondisi jalan, maka pada drive shaft dirancang harus mampu bergerak fleksibel. Komponen ini disebut sebagai fixed constant velocity joint dan slidable constant velocity joint. Komponen ini memiliki bentuk yang kecil.

Letaknya berdekatan dengan bagian roda dan dibungkus karet. Bahan bakunya berasal dari baja sehingga secara teoretis alat ini sangat kuat dan memiliki masa kerja yang amat panjang. Jenis constant velocity joint terdiri dari tripod joint dan birfield joint. Tripod joint mempunyai tiga roller dan bentuknya sederhana. Ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi pabrikan. Sedangkan birfield joint memiliki beberapa steel ball yang berguna untuk menyeragamkan kecepatan. Karena bekerja keras dan suhu tinggi, maka komponen ini diberi grease atau gemuk khusus sebagai pelumas.

Roda belakangSistem penggerak roda depan biasanya dipakai pada kendaraan sedan bermesin kecil. Lain dengan sistem penggerak roda belakang yang umumnya dipergunakan untuk mobil jenis semikomersial atau truk-truk, termasuk truk berat. Kendaraan jenis ini sengaja memakai sistem penggerak roda belakang karena memerlukan tenaga/torsi dibandingkan akselerasi. “Penggerak roda belakang memakai prinsip kerja mendorong, sedangkan roda depan menggunakan teori menarik. Jadi prinsip mendorong ini memerlukan tenaga yang lebih besar dibandingkan prinsip menarik.

Itu sebabnya sistem penggerak roda belakang banyak diadopsi mobil penumpang dan pengangkut barang atau kendaraan berat ,” kata Achmad Supendi, Training Center Auto 2000 Jawa Barat. Secara mekanisme kerja, sistem penggerak roda belakang memiliki perangkat yang lebih banyak dan kompleks. Tenaga dari transmisi disalurkan ke propeller shaft (as kopel). Kemudian dilanjutkan menuju gardan atau differential ke axle shaft dan terakhir masuk ke roda.Sistem penggerak roda belakang tergantung pada kinerja propeller shaft. Selain untuk roda belakang, propeller shaft biasanya dipakai untuk kendaraan penggerak 4 roda. Propeller shaft dibuat khusus agar dapat memindahkan tenaga dari transmisi ke differential dengan lembut tanpa dipengaruhi perubahan kondisi jalan.

Untuk tujuan itu pada ujung propeller shaft dipasang universal joint yang fungsinya menyerap perubahan sudut dari suspensi. Selain itu, dipasang pula peranti sleeve yoke untuk menyerap perubahan antara transmisi dan differential.Pada umumnya propeller shaft dibuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntiran. Komponen propeller shaft terdiri dari satu pipa yang mempunyai dua penghubung terpasang pada kedua ujung berbentuk universal joint.

Fungsi universal joint di sini adalah untuk meredam perubahan sudut dan melembutkan perpindahan tenaga dari transmisi ke differential. Penggerak roda belakang memiliki kelebihan tidak understeer, namun kekurangannya bentuknya tidak ringkas juga menambah beban mesin serta bobot mobil.

Meskipun begitu, sistem penggerak roda belakang tetap pilihan terbaik bagi mobil sedan berkapasitas mesin besar. Bobot mesin dan tenaga yang besar membuat pemakaian sistem penggerak roda depan beresiko tinggi. Alasannya, komponen penggerak roda depan yang serba kecil tidak akan sanggup menahan bobot tersebut.

About rahmattkr2

pusink
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s