Rawat Aki Secara Kontinu

TIDAK ada kata lain dengan mulai disosialisasikannya regulasi menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari, perawatan menjadi kunci penting dari optimalnya kinerja lampu. Kunci dari perawatan adalah mengetahui sistem rangkaian listrik yang dipakai pada sepeda motor. Ini perlu karena ada dua sistem atau cara kerja yang berbeda, yaitu sumber dari aki dan kumparan. Meskipun jenisnya sama, khusus untuk motor bebek, belum tentu sistem sumber listrik yang dipakainya sama.

Cara paling mudah untuk mengetahui sepeda motor menggunakan sistem itu adalah kontak saja kuncinya. Kalau lampu utamanya menyala, berarti sepeda motor itu menggunakan sistem pengontrol aki. Bila tidak, sepeda motor tersebut mengandalkan sistem putaran kumparan untuk menghasilkan listriknya.

Untuk motor yang teknologinya menyalakan lampu diambil langsung dari aki, peranan aki menjadi sangat penting. Jangan biarkan cairan aki kosong karena akan menyebabkan elemen menjadi rusak karena terjadinya penumpukan sulfur. Bila sudah rusak, terpaksa harus mengganti yang baru. Yang terpenting saat pengisian selalu pergunakan air destilasi. Pengisian dengan air aki dengan yang mengandung mineral akan mempersingkat umur pemakaian baterai. Kalau baterai sudah soak, lampu pun tidak optimal menyala. Malahan bila dibiarkan terus, aki tidak berfungsi sama sekali.

Lain lagi dengan sistem kumparan yang memakai dinamo/generator untuk membangkitkan tenaga listrik. Umumnya sepeda motor menggunakan dinamo AC bukan DC karena generator AC dapat menghasilkan arus yang relatif besar pada kecepatan rendah. Sebaliknya pada generator DC arus yang dihasilkan sangat kecil pada putaran rendah.

Prinsip kerja generator berdasarkan elektromagnet. Arus listrik yang dihasilkan diubah menjadi arus DC oleh rectifier atau regulator. Arus tersebut kemudian dijadikan searah yang disuplai ke perangkat listrik sepeda motor, sedangkan fungsi baterai pada sistem kumparan adalah sebagai penstabil arus listrik sehingga nyala lampu konstan tidak naik turun voltasenya berdasarkan kecepatan rpm mesin. Itu sebabnya pada sistem kumparan peranan regulator cukup penting. Meskipun begitu, aki tetap harus dirawat agar kinerja sistem penerangan tetap optimal. Alasannya, aki ini berfungsi juga sebagai stabilizer guna menekan arus agar tidak berlebih ke lampu. Bila aki rusak, lampu pun cepat putus karena tidak mampu menahan arus sesuai kebutuhan. Ini bisa terjadi bila engine motor berada dalam rpm tinggi.

Menyalakan lampu di siang hari berdampak pada pengecekan aki yang lebih sering. Pengecekan air aki yang tadinya cukup 1 bulan sekali, dengan pemakaian lampu siang hari harus dilakukan sebulan menjadi 2 hingga 3 kali.

Menurut humas bagian servis Honda Motor Asia Pacific di Bangkok Thailand, Shigeru Ueda pada Otokir melalui telefon mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah lampu dinyalakan terus-menerus. Hanya konsumen harus meningkatkan perawatan sepeda motornya secara rutin.

Jika sepeda motor dipasang atau dimodifikasi komponen yang standar dengan tidak standar (seperti klakson yang bersuara besar, lampu dim, alarm ), sebaiknya ditambah relay .

Tujuannya agar aki awet dan tidak bekerja keras.

About rahmattkr2

pusink
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s